Tanda dan Diagnosa Sifilis Pada Ibu Hamil

sipilis atau raja singa

Sifilis atau penyakit raja singa biasanya memang menjangkiti kaum pria. Penyakit ini munculnya karena adanya bakteri Treponema pallidum, yang merupakan bakteri spiroseta. Namun bukan berarti wanita tidak bisa terserang penyakit ini. Sifilis pada wanita biasanya ditemukan ketika sudah memasuki stadium lanjut. Hal ini dikarenakan wanita kurang mengetahui gejala apa saja yang bisa terjadi ketika terserang sifilis. Bahkan penyakit sifilis juga bisa diderita oleh ibu hamil, dan akan berdampak pada janin yang dikandung. Ibu hamil yang menderita sifilis bisa menyebabkan bayi mengalami kelainan bawaan.

Tanda Sifilis Pada Ibu Hamil

Pada tahap pertama, yaitu sifilis primer, biasanya akan terjadi antara 10-90 hari, namun kurang dari 6 minggu. Sifilis pada ibu hamil bisa menyebabkan terjadinya keguguran, bayi lahir prematur, kematian bayi di dalam rahim, atau bayi lahir dengan lues kongenital.

Infeksi paling dini biasanya terjadi di bulan kelima masa kehamilan, cek segera di Klinik Gracia Cideng. Apabila infeksi terjadi beberapa waktu sebelum persalinan, bayi akan lahir sehat. Jika sebaliknya, kemungkinan bayi akan lahir dengan kelainan bawaan.

Ibu hamil yang menderita sifilis akan mengalami tanda-tanda berikut ini:

  • Keluarnya cairan abnormal dari saluran kencing. Cairan ini seperti keputihan, namun dalam jumlah banyak, mengeluarkan bau amis, dan warnanya putih kehijauan. Biasanya akan diikuti pula dengan sakit ketika buang air kecil ataupun berhubungan seksual.
  • Muncul luka lecet atau luka kecil yang kadang tidak menimbulkan rasa sakit. Biasanya tanda ini akan dibarengi dengan bengkak di kelenjar getah bening. Pada daerah kelamin juga biasanya muncul kutil yang disertai gatal di kelamin dan sekitarnya.
  • Bisa muncul komplikasi seperti bartolitis, yaitu terjadi pembengkakan kelenjar Bartholin yang membuat penderitanya sulit berjalan karena rasa sakit. Pada ibu hamil jika tidak diobati, sifilis akan membuat mata bayi akan terinfeksi ketika dilahirkan, dan bisa menyebabkan kebutaan.

Biasanya tanda-tanda sifilis pada ibu hamil tidak terlihat dengan sangat jelas, dan juga tidak menimbulkan keluhan bagi penderitanya. Hanya terlihat seperti adanya perubahan warna pada kulit dan juga mata. Hal inilah yang membuat wanita bisa menjadi sumber penularan penyakit ini.

diagnosa sifilis ibu hamilDiagnosis Sifilis Pada Ibu Hamil

Untuk mengetahui dengan pasti apakah seseorang terkena penyakit sifilis, biasanya dokter akan menyarankan Anda melakukan tes-tes tertentu untuk memastikannya seperti halnya dengan apa itu herpes. Berikut ini adalah beberapa tes yang bisa dilakukan untuk mendiagnosa apakah seseorang terkena sifilis atau tidak:

  • Tes antibodi non-treponemal. Tes yang bisa dilakukan misalnya tes VDRL. Namun tes ini tidak terlalu spesifik untuk mengecek bakteri Treponema pallidum, sehingga kadang ditemukan hasil positif namun palsu. Jadi bukan menunjukkan adanya infeksi sifilis.
  • Tes antibodi treponemal. Misalnya adalah tes TPHA yang bisa spesifik untuk mengecek infeksi sifilis pada tubuh. Biasanya tes ini dilakukan untuk mengonfirmasi hasil tes non-treponemal yang positif.

Hasil positif namun palsu bisa didefinisikan menjadi hasil positif (reaktif) VDRL tapi TPHA negatif (non- reaktif). Biasanya hal ini disebabkan oleh autoantibodi reagen yang digunakan ketika tes VDRL. Biasanya hasil postif palsu bisa disebabkan oleh kondisi tertentu seperti penyakit autoimun, menggunakan obat intravena, HIV, hamil, infeksi bakteri Treponema sp lain, usia lebih dari 70 tahun, keganasan, tuberkulosis, malaria, hepatitis, ataupun penyakit Hansen.

Untuk pengobatan pada ibu hamil, Anda harus berkonsultasi dahulu sebelumnya pada dokter kandungan Anda, agar bisa menggunakan obat yang tepat untuk keadaan Anda yang sedang hamil. Namun jika Anda mengalami tanda-tanda sifilis pada ibu hamil, sebaiknya segera periksakan diri Anda, agar tidak menyebabkan hal yang tidak diinginkan.

About admin